Sinar Medan.id | Medan
Diduga karena membatalkan kontrak kerja proyek bangunan, Musniansyah Lubis (35) seorang kontraktor warga Jalan Jemadi, Kota Medan babak-belur dikeroyok belasan anggota Geng Motor (Gemot) EZTO.
Peristiwa itu, terjadi di kawasan Makro Bisnis Center No10, Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (11/3/2025) sekira pukul 21.30 WIB.
Atas kejadian itu, keesokan harinya korban langsung membuat Laporan Polisi (LP) ke Mapolsek Sunggal sesuai LP Nomor: LP/ B/ 348/ III/ 2025/ SPKT/ Polsek Sunggal, Polrestabes Medan.
Karena menderita luka memar di pipi kanan, dagu, bibir, kepala serta tangan kanan dan jadi kelingking, korban selanjutnya membuat Visum di RS Bhayangkara Medan.
Dalam laporannya, korban mengaku dikeroyok oleh pelaku Fernando Emmanuel (34) penduduk Jalan Purnama, Kecamatan Medan Helvetia beserta belasan teman-temannya.
Diungkapkan korban, seminggu sebelum peristiwa pengeroyokan tersebut, korban pernah bertemu dengan pelaku yang menawarkan pekerjaan bangunan di kawasan Kabupaten Dairi. Karena sesuatu hal, korban tidak menerima bekerjasama dengan pelaku.
"Mungkin dia (pelaku) tidak terima karena ga jadi kerjasama soal proyek di Dairi Bang, makanya dia ngajak kawan-kawannya nyerang aku," beber korban, Minggu (16/3/2025) malam.
Terlihat dari rekaman kamera CCTV, korban dikeroyok belasan pelaku. Bahkan karena penganiayaan tersebut, walau korban terduduk lemas namun masih terus dipukul kursi dan ditendang.
Beruntung, beberapa saat setelah penganiayaan itu, petugas polisi dari Polsek Sunggal tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Beruntung polisi dari Polsek Sunggal cepat datang ke lokasi bang, hingga para pelaku membubarkan diri," tutur korban.
Melihat kedatangan polisi, para pelaku langsung membubarkan diri namun beberapa barang bukti berupa tas hitam berisi HP milik Fernando dan 4 sepeda motor yaitu Aerox, Vario 2 unit dan beat diamankan ke Mapolsek Sunggal.
"Saya harapkan, para pelaku secepatnya diamankan polisi karena pelaku utama pengeroyokan identitasnya sudah diketahui bang dan disebut-sebut adalah Ketua Gemot EZTO," pungkas korban.
(SM - Redaksi)